Siksakubur
Album • 2010
This track is instrumental.
LEWAT TANGAN LIKURGUS ABAD KEGELAPAN DARI BENIH PERANG PENGANUT KEKERASAN LAHIR NEGARA KECIL TUMBUH BERBAHAYA DUNIA MENYEBUTNYA... SPARTA SATU MASA BERCERITA SEBUAH RAMALAN TELAH BERBICARA DARAH MURNI SEMPURNA TERLAHIR TERPILIH MENJADI RAJA SEJAK MULAI MERANGKAK HINGGA KAKI MENAPAK MENGGRADASI HARI ONSUMSI DOKTRIN MELEKAT DIBAPTIS API DAN PERANG DIRANGSANG MENYERANG SEBUAH HARGA MATI CALON PEMIMPIN PERANG TIGA ABAD LEWAT TERJERAT TRADISI KELAM AGOGE DILEPAS BERJUANG UNTUK BERTAHAN JARI KECIL MENGEPAL MENERJANG HAUS MENYERANG DIRANCANG BAGAI MESIN PENYERANG SEBAGAI YANG TERDEPAN TENTARA PERANG LAPAR.. LIAR..NAFAS LEPAS..BUAS BERINGAS ANCAMAN DATANG MEROBEK SISI TERGELAP MATA ANJING MALAM MERAH MENYALA MENATAP...SALING MELIHAT MERABA...RUANG BERGERAK TERJEBAK...TERSUDUT RAPAT MENANCAP...TOMBAK MENGOYAK ANAK LELAKI DAN SERIGALA YANG MATI BERDARAH DINGIN PEMBURU SEJATI KALA MENJELMA MENGINTAI MANGSANYA ANAK DARI SINGA, MEREKA MENYEBUTNYA ANAK LELAKI DAN SERGALA YANG MATI BERDARAH DINGIN PEMBURU SEJATI LANTANG BERDIRI BERALAS KAKI BUMI UJIAN TERLEWATI SUPREMASI BIUSAN SIMFONI, DEWA TURUT BERNYANYI TAHTA TELAH MENANTI ANAK LELAKI BERJUBAH SERIGALA TELAH KEMBALI PULANG BERLUTUT DI TANAH, SIAP MENGUCAP SUMPAH API PEERANG PUN MENYEMBAH DIA
Submitted by Morgoth — Apr 25, 2025
tiga dasa warsa berlalu puluhan tahun yang hilang sejak anak lelaki kembali pulang membawa jati diri dan seribu nyali beranjak dewasa bergaris tangan seorang raja ancaman datang berlayar bersama sejuta armada perang negeri seribu bangsa bersatu bersekutu mengambil alih kuasa secara paksa koloni terjarah tawanan menyerah angkat senjata menanduk melawan tanduk demi bumi dan air menolak untuk takluk menanduk melawan tanduk melahirkan sang martis menolak untuk takluk terisolasi sebuah tradisi terkontradiksi norma peri suci hadir ilusi mengkontaminasi hormati.. perihal ramalan tentang berperang nodai.. carnela datang menjelang menunduk.. memilih diam dibudaki dan mati menanduk.. mengoyak terali sangkar berpagar besi dalam penjara tirani berdiri menantang menabuh genderang perang berjuang 4x tanpa kata menyerang lantang pantang berpaling menanduk melawan tanduk
Submitted by BloodShrine — Apr 25, 2025
Neraka.... Setara mata Tampak merata Agenda genosida.... Merancang bencana Hadirkan binasa.... Petaka..... Menelan jantung kota Sunyi tak berpenghuni Eufoni Sangkakala Hujan api Asap pekat, sarat kematian Artefak yang retak Di bawah reruntuhan puing kota neraka DENGARKANLAH.... YANG.... MA.... TI Mereka datang layaknya kawanan binatang DENGARKANLAH.... YANG.... MA.... TI Menyerang menagih nyawa tak terbilang Rampasan nyawa Tertimbun dalam bejana Terjaga cerberus Bertaring pekat jelaga Sehitam jubah Malaikat pencabut nyawa.... Kota telah mati.... Yang dulu suci.... Terlalap api.... DEMOLISI TANPA HENTI Nisan bersama.... Jiwa jelata.... Jasad terbantai.... RANGKAIAN RANTING KEMATIAN NERAKA.... DI UJUNG MATA MEMBAKAR SEGALA.... 4 X Kota telah mati.... Yang dulu suci.... Terlalap api.... DEMOLISI TANPA HENTI Nisan bersama.... Jiwa jelata.... Jasad terbantai.... RANGKAIAN RANTING KEMATIAN Neraka.... Setara mata Tampak merata Agenda genosida.... Merancang bencana Hadirkan binasa.... DENGARKANLAH.... YANG.... MA.... TI Bercakap senyap berelegi DENGARKANLAH.... YANG.... MA.... TI Berkata selamatkan kami....
Submitted by NecroGod — Apr 25, 2025
Berteriak.... Lantang sambut petaka Mengkumandangkan.... Tiap bait neraka Berjubah merah.... Berkamuflase darah Kami adalah Tentara Merah Darah.... Menyulut benci.... Tanpa bara api Menelan ancaman.... Menempa berani Berjubah merah.... Berkamuflase darah Iringi langkah Tentara Merah Darah.... KAMI !!! Siap untuk mati BERDIRI !!! Bersanding tameng bersimbol harga diri...
Submitted by Sexy Gargoyle — Apr 25, 2025
Empat mata.... Saling bertatap muka Lama.... Dalam perjumpaan yang perdana Dua raja.... Dua rival beradu sapa Tanpa.... Perintah mengangkat senjata Mereka bertemu bukan untuk saling membunuh Kebencian dibalik sikap menyegani Intonasi mengalir fasih saat bicara Saat konflik kata tak dapat dikekang lagi Mengobral bualan serapah kata Mengumpat melumat lawan bicara Gempuran ironi tanpa interupsi Kata sebagai senjata Khotbah tendensi dalam konfrontasi Kata sebagai senjata Merekam reka ulang kronologi berperang Invasi menjajah teritori dan harga diri Sebuah tawaran berujung kehancuran Tetap bertahan dengan harga diri di tangan Mengintimidasi menekan menjatuhkan.... Tawaran sarat impian tanpa pilihan.... Di ujung lidah sebuah frase penolakan.... Tanpa titik temu, tanpa mufakat Berbalas laknat.... Tanpa titik temu, sarat kesumat Dendam melekat.... c
Submitted by Immortal — Apr 25, 2025
Kala senja memudar merayap lambat Menuju titik yang paling gelap Matahari terjerat erat kemelut Awan hitam bergumpal pekat Terkelam.... Suara dentuman drum Tenggelam.... Dalam badai kabut hitam Mereka hadir dari celah neraka Pelayan kegelapan Budak bidak buatan Abdi Tuhan imitasi Selamanya terkutuk melayani Laskar.... Immortal senjata.... Pemusnah masal LEWAT GELAP MELIHAT.... SAAT TERANG TERIKAT.... DENGAN BERWUJUD KASAT.... KEMATIAN LEKAT MENJERAT.... Hidup atas segala, PERINTAH.... Pembakar ribuan tanah, TERJAJAH.... Pengawal penghantar petaka, DUNIA.... Pasukan elit terbahaya, PERSIA.... Seperti tak bernyawa.... Seperti tanpa asa, mati rasa.... Dingin tiada iba.... Dingin tanpa tanya, hampa suara.... Laskar pembakar Menikmati yang mati 4 X
Submitted by MetalElf — Apr 25, 2025
luka.. semakin menganga saat kembali tersayat di tempat yang sama dusta.. merekayasa logika serupa menanggalkan jubah kesucian demi bisikan keagungan menggadaikan arti pengabdian semurah koin emas curian lelang kepercayaan dengan ketukan palu akhir kematian berdesak antri sajian diambang kepunahan gerbang kehancuran mereka memaksa... merekayasa hasutan demi kekuasaan melakoni figur bualan konspirasi hitam menoreh putuih mucikasri negosiasi mimpi kembali isi penuh bejana yang retak luapan air laksana pengkhianat yang laknat tertawa berkelakar sendawa dibalik kematian (4x) luka... semakin menganga saat kembali tersayat ditempat yang sama dusta... merekayasa logika serupa menanggalkan jubah kesucian demi bisikan keagungan menggadaikan arti pengabdian semurah koin emas curian
Submitted by The Void — Apr 25, 2025
Dia....lah yang berbicara Tanpa tercela.... Mitos.... Lama karya imaji Tangan manusia.... Dia.... Tanpa ada setara Raja segala dewa.... Tiada.... Patuh Tiada.... Tersentuh Tanpa hirarki tunggal ditakuti Amunisikan diri pujian Abominasi tirani bertangan besi Mengangkat derajat tertinggi.... Menyekat langit dan bumi Mengukir berhala sendiri Sebelum perang berkesudah Bahkan raja dewa pun bisa terluka.... Saat terbuai tampak melengah Ku utus tombak berujung darah Dan darah kita sama berwarna merah.... Ku coreng persepsi kekal Dari nama tengahmu Ku gurat puisi tanpa arti Nanti pada epitaf terukir di nisanmu.... Tersentuh, terjamah Membasuh luka, mulai melemah 2 X Dialah.... Dewa yang terluka.... Setara manusia.... Dewa yang terluka.... Di tangan manusia....
Submitted by BloodShrine — Apr 25, 2025
Dan.... Hari ini telah dinanti Tanpa do'a sakralnya upacara Hanya sunyi lantang bersuara Layaknya berteriak.... Selama mata melihat Selagi tubuh masih hangat Biarkan kami melawan Sampai titik darah penghabisan Tandai dada dengan besi yang menyala Toreh setiap nama dengan darah Hentakan lambat detak jantung sekarat Suarakan juru selamat.... Senandungkan hymne terdalam Bisikkanlah dengan sya'ir yang suram Dihujani tiap penjuru arah seribu panah PUSARA.... BALA TENTARA Terbujur bernisan anak panah yang patah PUSARA.... BALA TENTARA Terkapar di kaki tebing mulut neraka Nyawa meregang.... Burung nazar berkoar lapar Pakar penafsir pesan kematian Berkicau kacau bagai penyanyi Manuver liar menyambut yang mati Sebuah nilai monumental Dalam arena duel yang jalal Terkubur tanpa.... Do'a-do'a.... Terkubur dalam.... Pusara.... Sebuah nilai monumental Dalam arena duel yang jalal Harga diri, harga mati Harga untuk mereka yang pemberani Terkubur tanpa.... Do'a-do'a.... Terkubur dalam.... Pusara.... PUSARA.... BALA TENTARA Terbujur bernisan anak panah yang patah PUSARA.... BALA TENTARA Terkapar di kaki tebing mulut neraka
Submitted by The Void — Apr 25, 2025
Kami disini berdiri bersama Berbaris dan bersenjata, untuk mereka Kami disini laksana anjing penjaga Agar tungku ini tetap panas, membara.... Satu legasi.... Pengobar api.... Rangkaian bait pujian.... Testimonial diucapkan.... Menghafal semua lafal.... Puisi epik kolosal.... Prasasti telah diukir, menolak kalimat satir.... Terjaga tiap aksara, perkamen penoreh sejarah.... Langkah.... Menampik lelah Petuah.... Tentara berjubah merah Diorama dalam ingatan.... Kekal tak lekang zaman.... G K E N A I O S !!!! P O L E M O S !!!! T H R I A M B O S !!!! Tinggi langitkan tombak Tajam berujung kesumat Kini berpijak di Platea Bentangkan tanah terbela.... MEMOAR PENGOBAR SANG PENYULUT API 4 X Langkah.... Menampik lelah Petuah.... Tentara berjubah merah darah.... Kami disini berjanji melanjuti Yang telah kalian lalui....
Submitted by MetalElf — Apr 25, 2025
← Go back to Siksakubur