Seringai
Album • 2007
"Apa kabar semua? Sehat? Apakah baik-baik saja? Mari bergabung dengan rock oktan tinggi.. Yang di belakang silahkan maju saja, masih ada ruang kosong kok disini. Sudah siap? Yuk, mulai!" Berdansa dengan gaya liar Headbang ini menyenangkan Menggila seperti masih berumur limabelas. Teman-teman dan musik keras Rasa ini adalah rumah, tak perlu diredam. Tetap seperti dulu, karena api tak pernah padam. "Bagaimana? Semua having fun? Anda yang didepan cukupkah senang? 1,2,3,4! Laki-laki, perempuan, siapa saja boleh ikutan, OK? Yuk, hajar!" Persetan dengan fashion, tata rambut tidak penting. Apapun yang leluasa, cukup t-shirt dengan jeans. Siapa peduli dibilang tak tahu malu? Toh tidak mengganggu. Kalau ini terlalu keras mungkin saja, mungkin saja sikapmu tua Berhenti di 15, kami senang sekal Berhenti di 15, thrashin' sampai mati Berhenti di 15, fun ini tak berhenti Berhenti di 15, bersiap.. Mulai lagi!
Submitted by Sexy Gargoyle — Apr 25, 2025
Pesta ini belum lama mulai; dinding be-resonansi. Ada tawa ada bicara, menyenangkan selama terjadi. Nyanyikan isi hatimu, nyanyikan setulusnya. Nyanyikan semua pemikiranmu, sampai mereka mendengarkan. Bila ini, rumahku, bagaimana aku meluangkan malamku. Bila ini, teman-temanku, tunjukkan gairah cinta hidup. Kan kumainkan lagu ini, dari awal sampai ke akhir. Tiap lirik berarti bagiku, sebagaimana berarti bagimu. Dansakan turuti hatimu, dansakan revolusimu. Dansakan kejujuranmu, dansa bersama beat enerjik. Bila ini, rumahku, bagaimana aku meluangkan malamku. Bila ini, teman-temanku, tunjukkan gairah cinta hidup. Bila ini, komunikasi. Semua ini... Senjata sonik lewat speaker, degup jantung yang mengencang. Geram suara audibel, lanjutkanlah pesta ini! Hey.. Hey.. Dansakan revolusi.. Tiada hari esok.. Nyanyikan isi hati..
Submitted by VladTheImpaler666 — Apr 25, 2025
Sebuah show rock selatan Jakarta. Gitar, drum, bass, dan mikrofon. Ledakkan suara puluhanribu watt. Thrashing dan slamming, hey! Hidupku, musik, distorsi. Ambil mic dan mulai menyalak. Menghantam telinga, bass menggilas. Adrenalin meningkat, kau menggila. Sembah sang dewa drum dia merentet! Yang tak kuat menyingkir.. Amplifier memanas! Seperti senjata mesin.. kami bidikkan gitar!, drum!, bass! Amplifier memanas!
Submitted by Infernal Flame — Apr 25, 2025
Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka! Selamat datang di era kemunduran, pikiran tertutup jadi andalan. Praduga tumbuh tenteram, menghakimi sepihak, sebar ketakutan. Membakukan persepsi, bukan jadi jawaban atau gagasan bijak. Selangkah maju ke depan, empat langkah ke belakang, kita takkan beranjak. Mereka, bermain Tuhan. Merasa benar, menjajah nalar. Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya. Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka! Selamat tinggal, era kemajuan, lupakan harapan dan kehidupan. Menjauh dari akar masalah, mendekatkan kepada kebodohan yang dipertahankan. Privasi. Seni. Siapa engkau yang menghakimi? Masih banyak masalah, dan lebih krusial, tidak bicara asal. Mereka bermain Tuhan. Merasa benar, menjajah nalar. Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya. Berikutnya…. Sudahkah merdeka?? Sudahkah dirimu merdeka?? Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka Individu, individu merdeka! tu wa ga pat!
Submitted by Sexy Gargoyle — Apr 25, 2025
Aku dalam tensi tinggi sayang, dengan fashion mutakhir. Takkan mungkin ketinggalan sayang, dengan trend terakhir. Tak-kah muak dirimu dengan apa yang dijual kepadamu? Tak-kah lelah hanya ikut arus, kini semua sama. Aku bilang "bakar saja sayang", kita tinggalkan. Lemparkan sedikit pasir sayang, mesin kita hancurkan. Tak-kah muak dirimu dengan apa yang dijual kepadamu. Tak-kah lelah hanya ikut arus, kini semua sama! Hey kau, mari, tendang dunia! Persetan dengan fashion mutakhir. Persetan dengan fashion mutakhir!!
Submitted by Morgoth — Apr 25, 2025
Teralienasi, terhakimi. Kalian bukan mereka. Era baru, milik kalian, hapus norma usang. Tampak beda, tak meyakinkan? Hanya sisi luar saja. Kau serigala, yang teredam, cukup sudah kau terinjak. Buka pikiranmu [luaskan sudut pandang]. Lelah dengan perlakuan dunia, saat unjuk taring. Mereka tak mengerti [serigala!] Kau tidak sendiri [militia!] Lewati jalan nya hari ini Lewati jalan, tetap impresif. Ayo Kita taklukan. Serigala..
Submitted by The Void — Apr 25, 2025
Aku lelah dengar ocehmu. Aku lelah telan janjimu. Aku akan hapuskan senyum itu diwajahmu. Kini aku mengerti mengapa kami marah dengan dunia ini. Kini aku mengerti, tak mungkin terulang lagi. Oo.. Oo.. Oo.. Kini sikapku skeptikal. A.. ku.. skeptis. Hitam membasahi duniamu. Oo.. Oo.. Oo.. Diam kini bukan emas. Ka.. mi.. skeptis. Waktu tiba pukul balik. Hidup di era absurd, replika neraka. Kita versus mereka, disilusi janji hampa. Aku lelah dengar ocehmu. Aku lelah telan janjimu. Aku akan hapuskan, senyum itu diwajahmu! Oo.. Oo.. Oo.. Kini sikapku skeptikal. A.. ku.. skeptis Hitam membasahi duniamu Oo.. Oo.. Oo.. Diam kini bukan emas. Ka.. mi.. skeptis. Waktu tiba pukul balik! Uang dan negara telah menjualmu, tak salah ketika kami ragu, kami sinis, pukul balik, pukul balik! Ketika kami kemudian ragu, ketika kami kemudian sinis, dan akhirnya memukul balik! Oo.. Oo.. Oo.. Kini sikapku skeptikal. A.. ku.. skeptis. Hitam membasahi duniamu. Oo.. Oo.. Oo.. Diam kini bukan emas. Ka.. mi.. skeptis. Waktu tiba pukul balik! Waktu tiba pukul balik!!
Submitted by Pestilence — Apr 25, 2025
Hey sayang. Mengapa engkau cemas? Tak usah menjadi sesuatu yang bukan dirimu. Termakan. terbuai. dengan segala citra emas. Nilai diri, mengapa jadi ragu? Biarkanlah, tak perlu frustasi. Tercitra. kau cantik, apa adanya. Terbuai? Cukup percaya diri. Tercitra. Kau cantik, apa adanya. Terlena? Indah, pancarkan isi. Hey sayang, semua citra di layar kaca. Tak berarti, dibanding tampil natural. Semua ini, terjual, pluralitas tak berharga. Bayang semu dan tidaklah kekal. Ah sudahlah, tak perlu depresi.
Submitted by Corpse Defiler — Apr 25, 2025
Halus sang nebula sentuh diriku. Raih matahari, tinggalkan dunia. Berenang dalam lautan antar bintang. Ruang luas angkasa. Berjalan ke inti matahari. Semesta bersahabat kini. Sinsemilla temani diriku. Bermandikan cahaya solaria. Kudekati bulan yang magis. Melampaui debu-debu kosmik. Meraih horizon galaksi. Tinggi disini, astral bebas. Marijuanaut... Marijuanaut... Marijuanaut... Marijuanaut... Pesawatku menyelam dan meregang. Yad Al-Jauza dia memanggilku. Menuju cahaya aku melengang. Semua kendali terpegang penuh. Marijuanaut... Marijuanaut... Marijuanaut... Marijuanaut...
Submitted by Immortal — Apr 25, 2025
Arinat usisal. Ikitat imelum. Akenan umasuk. Akinat umesum. Iketun idalak. Akanan umesuh. Katana mahuku. Acedon ulahik. Bumila satari. Acikot alinil. Utalan aperih. Kikasu medupa. Bikasa bemipu. Cikota limilu. Ciketotana limahiluku!!
Submitted by Cyberwaste — Apr 25, 2025
Melompat ke sadel dan kuhantam sang selah. Melawan arah kutantang maut indah. Terasa lepas. Melesat di jalan, kilometer terakhir. Ya, ku hampir tiba, kilometer terakhir. Kubakar bensin mesin ini meradang. Pacu motor kutuju matahari. Tancap! Melesat di jalan, ya, ku hampir tiba. Angin menerpaku, serigala lepas. Roda berputar, kilometer terakhir. Hampir esok, seperti kemarin. Kilometer terakhir...
Submitted by Infernal Flame — Apr 25, 2025
← Go back to Seringai