Abad Kegilaan
(<em>Instrumental</em>)
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Aku berdosa Akhirnya kutahu diriku berdosa Akhirnya kutahu diriku murtad Akulah jahanam yang selalu tercampak Akulah yang nista yang selalu terhina Drama kehidupan penuh dengan kerikil tajam Lorong gelap birahi kemunafikan Aku jadi gila Otakku, sukmaku, darahku terbakar Terlempar, terdampar, tergilas, tertindas Aku gila sepanjang masa Murtadku, dosaku, rasaku menyatu Merasuk, melaknat, mengutuk sang waktu Aku gila, mati rasa Kegilaan di benakku Gerogoti kesadaranku Badai gurun angin topan Menghancurkan kehidupan Rasaku mati, jiwaku mati Cintaku mati, nafsuku mati Bau busuk tuhan, bau bangkai iblis Menjadi aroma, sekujur badan Aku gila Mata ini buta, otak ini hampa Seperti pendeta kehilangan genta Siksaan hidup semakin membara Mulut terdiam tak mampu bicara Kubakar surga, kuhancurkan neraka Menghancurkan semua teologi manusia Iblis berduka, tuhan pun berduka Kerajaannya musnah dibakar si gila Rasaku mati, jiwaku mati Cintaku mati, nafsuku mati Tuhan telah mati dibunuh si gila Iblis telah mati dibantai si gila Jiwaku mati, tuhanku mati Rasaku mati, iblisku mati Bau busuk tuhan, bau bangkai iblis Menjadi aroma, sekujur badan Aku gila sepanjang masa Otakku, sukmaku, darahku terbakar Terlempar, terdampar, tergilas, tertindas Aku gila sepanjang masa Murtadku, dosaku, rasaku menyatu Merasuk, melaknat, mengutuk sang waktu Mata ini buta, otak ini hampa Seperti pendeta kehilangan genta Siksaan hidup semakin membara Mulut terdiam tak mampu bicara Kubakar surga, kuhancurkan neraka Menghancurkan semua teologi manusia Iblis berduka, tuhan pun berduka Kerajaannya musnah dibakar si gila
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Darah ini menjadi awan Kemudian menjelma hujan Larut ke dalam lautan Basahi jagad semesta raya Jaman telah berubah Era miskinnya peradaban Raksasa bertiwikrama Lapar daging manusia Mereka mengunyah daratan Mereka menelan lautan Melahap semua kemerdekaan Punahkan segala harapan Kerakusan tiada batas Seperti babi kelaparan Mereka doktrin yang naif Dijadikan patriot biadab Pemuka agama tak berdaya Terjerat dalam kemunafikan Mereka bicarakan iman Menjual ayat-ayat karatan Menjadi pahlawan kesiangan Seperti kambing congekan Agama dijadikan media Pembenaran menjagal sesama Kerakusan tak terbatas Seperti babi kelaparan Setelah mengunyah bumi Terbang menggigit langit Kalian adalah jajahan Persetan nasib kalian Kalian adalah jajahan Persetan nasib kalian Mereka doktrin yang naif Dijadikan patriot biadab Pemuka agama tak berdaya Terjerat dalam kemunafikan Mereka bicarkan iman Menjual ayat-ayat karatan Menjadi pahlawan kesiangan Seperti kambing congekan Agama dijadikan media Pembenaran menjagal sesama Tuhan telah dibungkam Kitab suci bulukan Pertiwi gundah gulana Air matanya berdarah Badai menggunjang samudra Abad kegilaan di depan mata
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Darah, darah, darah, darah... Hujan darah Banjir darah Mandi darah Air mata darah Tanahku... Airku... Langitku... Bersimbah darah Sang kala sebarkan amarah Tragedi mendera semesta Darah segar meruwat bumi Ingatkan manusia yang lupa diri Lupakan tradisi menghormati pertiwi Khianati history, mengeksploitasi bumi Bumi meratap Bumi menggeliat Bumi beringas Bencana melanda Bumi meratap Bumi menggeliat Bumi beringas Bencana melanda Saat ini ibadah tak dapat menolongmu Hanyalah kesadaran budaya leluhurmu Bumi marah Bumi merekah Bumi bergerak Kiamat melanda Bumi marah Bumi merekah Bumi bergerak Kiamat melanda Pertiwi berduka, putranya durhaka Kutukan terucap, bencana mendera Bumi marah Bumi merekah Bumi bergerak Kiamat melanda Eksploitasi semesta Merusak budaya Tradisi leluhur Hormati semesta Hujan darah Banjir darah Mandi darah Air mata darah Degradasi moral terbang ke langit Alam berkonjungsi tanda eksistensi Bencana terjadi proses alami Equality alam atur populasi Bumi meratap Bumi menggeliat Bumi beringas Bencana melanda Bumi meratap Bumi menggeliat Bumi beringas Kiamat kan tiba
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Despondency, in madness world lying on pain with faithlessness, consciousness blood slow flow from oddity sin is what I eat to feed, confronting in mind dead is what I feed to real unforgiven by desire, no entity sky burn lost dignity, broken by weakness realm hatred grows deeply mind in blast mentally disorder awakening of hate, world in anger revenge to salvation, world downfall soul desire to take vengeance soul desire to make devastation malevolent heart, shaking out brain causing madness, demolition hammer malignant instinct, cause of death reduce to nothing, disaster for all lunacy, in human being stimulated, by deep despondency possessed, lost consciousness deranged, thunder storm in mind
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Dunia meratap sekarat Peradaban di ambang kehancuran Harapan hanyalah kematian Air mata mengalir tanpa daya Malaikat bersayapkan cahaya Dari lambung manusia kelaparan Kereta mati bertebaran Di udara air mata Burung bangkai bersorak kegirangan Dari gurat bibir yang pecah Udara berpolusikan duri Tercemar pembusukan nurani Rintihan penderitaan, tangisan kepedihan Rintihan penderitaan... Peperangan belumlah usai Angin gurun menusuk kalbu Bencana silih berganti Kereta menjemput ajal Terpasung menatap langit Terbakar matahari yang lapar Tergilas roda kemajuan jaman Terbenam di liang kuburan Bulan merah menangis darah Mayat manusia berserakan Di sini terjadi bencana Di sana masih ada peperangan Bumi damai hanyalah impian Kebusukan masih merajalela Setan bertanduk berwajahkan dewa Malaikat penyelamat kehilangan sayap Kitab suci tak lagi sakti Warisan karatan para nabi Nasib buruk manusia bumi Mimpikan surga di gerbang neraka Rintihan penderitaan, tangisan kepedihan Kereta mati bertebaran Di udara air mata Burung bangkai bersorak kegirangan Dari gurat bibir yang pecah Udara berpolusikan duri Tercemar pembusukan nurani
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Dosa-dosa yang terjadi Mengaliri darah ini Tenggelam di kubangan Saksikan kehidupan Tangan ini berlumur dosa Otak ini penuh dosa Rasa ini hanya dosa Mata ini terbakar dosa Jerit batinku membakar malam Jiwa meronta terbelenggu dosa Karma hidupku lahir ke dunia Menderita di kubangan dosa Entah kapankah semua ini berakhir Bebaskan diriku dari lumpur dosa Entah kapankah semua ini berakhir Bebaskan diriku dari lumpur dosa Aku lahir ke dunia untuk menunggu mati Entah kapankah semua ini berakhir Bebaskan diriku dari lumpur dosa Entah kapankah semua ini berakhir Bebaskan diriku dari lumpur dosa Tangan ini berlumur dosa Otak ini penuh dosa Rasa ini hanya dosa Mata ini terbakar dosa Dan semuanya sirna Dan semuanya gelap Kala kematian tiba Hanya cahaya dan padma Teman istirahat panjang Untuk kelahiran mendatang Menjadi rahasia alam Hidup dalam keabadian Jerit batinku membakar malam Jiwa meronta terbelenggu dosa
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Darahku membeku dalam lautan biru Otakku membusuk jiwaku terpuruk Bau busuk yang menusuk Dari tubuh yang terkutuk Tebar angin, tuai badai Jilat ludah, muntah darah Jiwa busuk, otak busuk Kala jiwa dalam gelap Begini salah begitupun salah Buta akan kebenaran Yang ada hanyalah kegilaan Bumi muak, langit marah Topan badai birahi menghancurkan Bumi muak, langit marah Topan badai birahi menghancurkan Dalam hitam kabut malam Terbang tinggi ke awan Bertemu bintang dan rembulan Bertemu malaikat sedang sekarat Darahku beku, otakku buntu Dijajah kerajaan birahi nafsu Kegilaan, kerasukan Terjerat lingkaran waktu Kegilaan dalam jiwa Matikan rasa kemunafikan Penghinaan, kenistaan Dipelukan malaikat sekarat Bumi muak, langit marah Topan badai birahi menghancurkan Bumi muak, langit marah Topan badai birahi menghancurkan Menantikan kematian Di dalam relung kebusukan Penghinaan, kenistaan Di lembah selaksa penderitaan Darahku beku, otakku buntu Digerogoti dewa dewi pemabuk Kegilaan, kerasukan Tergilas putaran roda sang waktu Jiwa busuk! Otak busuk! Bau busuk, darah busuk, otak busuk Otakku membusuk, jiwaku terpuruk Bau busuk yang menusuk Dari tubuh yang terkutuk Tebar angin, tuai badai Jilat ludah, muntah darah Kegilaan dalam jiwa Matikan rasa kemunafikan Penghinaan, kenistaan Dipelukan malaikat sedang sekarat Bumi muak, langit marah Topan badai birahi menghancurkan Menantikan kematian Di dalam relung kebusukan Penghinaan, kenistaan Di lembah selaksa penderitaan Darahku beku, otakku buntu Digerogoti dewa dewi pemabuk Kegilaan, kerasukan Terjajah kerajaan birahi nafsu
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026
Aku adalah kau Kau adalah aku Aku adalah kau Kau adalah aku Aku yang ada di sini Karena kau yang ada di sana Aku yang ada di sana Karena kau yang ada di sini Tat Twam Asi Waktu berdetak, bumi bergerak, usia memakan raga Terjebak rasa, ciptakan dosa, karma sepanjang masa Reinkarnasi, hidup kembali, ulangi siksaan mati surga yang maya, neraka yang maya, tak ada yang kekal abadi Lahir lagi, hidup lagi, mati lagi Terpenjara dalam lingkaran samsara Lahir lagi, hidup lagi, mati lagi Terpenjara dalam lingkaran samsara Dunia hanyalah penjara Bagi karma dan dosa Dan aku terlempar Dalam lingkaran dosa Lahir kembali ke dunia Hidup dalam hukum karma Lahir lagi, hidup lagi, mati lagi Lahir lagi, hidup lagi, mati lagi Terpenjara dalam lingkaran samsara Lahir hidup mati Rotasi lingkaran samsara Hukum karma manusia Mengulang sejarah semesta Karena ada dosa-dosa Maka terjadi bencana Bila ada yang lahir Harus ada yang mati Lahir hidup mati Rotasi lingkaran samsara Hukum karma manusia Mengulang sejarah semesta Dunia hanyalah penjara Bagi karma dan dosa Karena ada dosa-dosa Maka terjadi bencana Bila ada yang lahir Harus ada yang mati Aku adalah kau Kau adalah aku Aku adalah kau Kau adalah aku Aku adalah kau Kau adalah aku Aku adalah kau Kau adalah aku
Submitted by Nargaroth — Jun 18, 2026