Betrayer
Tanah memerah bersimbah darah Kepulan asap kotori udara Ini semua karna ulah mereka Menjadikan bumi seperti neraka.. Keresahan semakin terasa Dengan banyaknya teror yang menggila Moral manusia kini telah binasa Dihancurkan oleh kemungkaran jiwa Hidup manusia bagai srigala Siap memangsa bagi yang lemah Bagaikan hidup di jaman purba Hukum rimba pun berkuasa Kejamnya tragedi tega menikam Perasaan sedih yang paling dalam Hati nurani telah ditelan kelam Membuat suasana menjadi mencekam Angin membawa berita duka Untuk dikabarkan kepada dunia Penderitaan umat manusia Akankah selamanya jadi fenomena
Submitted by Finntroll — Apr 26, 2025
Ia terhempas dari dunia nyata Tatkala terbius oleh racun dunia Tak kuasa lepaskan tali penjerat Yang mengikat tubuhnya hingga ia tak dapat bergerak Nafasnya terasa sesak Tubuhnya seperti tersayat Jiwanya seakan terbang Melayang jauh... jauh ke angkasa Gejolak jiwa mencoba memperdaya Membuat dirinya makin tak berdaya Terperangkap dalam gelapnya dunia Sampai kematian tiba menjemputnya Kain putih telah menutupi tubuhnya Kini ia tertidur untuk selamanya Penyesalan sudah tak ada guna Hanyalah doa yang dapat menghantar kepergiannya
Submitted by Immortal — Apr 26, 2025
Kau hanya bisa terdiam dan membisu Saat rasakan jiwamu terbelenggu Tak sanggup 'tuk memutar waktu yang berlalu Yang telah hilangkan bahagia di hatimu Kau coba luluhkan suasana Kau coba untuk tertawa Namun senantiasa Menjadi Khayal semata Tangis batinmu takkan pernah mampu mengulangi Semua kesejukan hati yang terperi Kini kau genggam pedihnya pilu dan emosi Dan kau hanya diam membisu tersimpan di hati Kau coba luluhkan suasana Kau coba untuk tertawa Namun senantiasa Menjadi khayal semata Kau coba untuk tak merasa Hindari kejamnya dunia Namun senantiasa Menjadi khayal semata Kau diam.... membisu....
Submitted by Iron_Wraith — Apr 26, 2025
Hidup dalam bayangan kehancuran Apakah mampu mereka hindarkan Hidup dalam lingkaran kebohongan Akankah selamanya mereka rasakan Ketakutan selalu membayangi Datang pergi dan tak kenal henti Kebodohan telah merasuki Membuat diri.. menjadi frustasi Teror jiwa tengah melanda Teror jiwa merusak segalanya Teror jiwa tengah melanda Teror jiwa merusak segalanya Jerit dan tangis terus terdengar Dari hamparan tempat pengungsian Sakit merintih mereka terkapar Terbeban hidup dalam penderitaan Kekejaman masih terbayang di mata Rasa dendam takkan mudah sirna Ketimpangan terlihat semakin nyata Tak menerima kenyataan yang ada Mereka menangis.. mereka menjerit Menahan sakit beban mental sendiri Jiwanya kosong Terbalut luka akibat teror jiwa
Submitted by Celtic Frost — Apr 26, 2025
Tidakkah kau tergerak melihat bangsamu Yang sedang dirundungi prahara Tidakkah kau tergerak melihat negerimu Berada di ambang perpecahan Tidakkah kau peduli dengan yang terjadi Janganlah hanya termenung diri Tidkkah kau lelah terus menghadapi Sehingga harga diri tercaci Renungkan diri ke semua peristiwa Dan jauhkan pikiran dari kehampaan Hilangkan nurani ke segala prasangka Wujudkan impian tuk raih kedamaian Renungkanlah.... Pikirkanlah.... Wujudkanlah.... Kedamaian....
Submitted by johnmansley — Apr 26, 2025
Teriknya mentari membakar diri Namun ku takkan pernah peduli Kujalani hidupku dengan sepenuh jiwa Demi menggapai hari-hariku Ku tak perduli dengan semua yang terjadi.. Kerasnya kehidupan dunia semakin kurasa Membuat derita hati semakin membara Sesak di dada telah lama menjelma Membuat diriku tak bisa tertawa Ku tak peduli dengan semua yang terjadi Biarkan semua berjalan dengan apa adanya Ku tak peduli dengan semua caci maki Biarkan semua berjalan dengan apa adanya
Submitted by Corpse Defiler — Apr 26, 2025
Waktu berpacu seiring langkahku Lukiskan kehidupan masa lalu Angan pun jenuh sekian lama menunggu Lelah memicu coba menguras otakku Cita yang tertinggal masih dalam ingatan Khayal menjelma 'tuk arungi kenyataan Hanya satu asa yang kini tersimpan Menanti datangnya sebuah kebebasan Ku berharap akan datang sebuah kebebasan Dan berikan semua yang aku impikan Ku berharap kan menjadi satu keinginan Agar semua berjalan dengan kewajaran..
Submitted by SerpentEve — Apr 26, 2025
Bosan ku mendengarkan omong besarmu Yang selalu mengada-ada Simpan saja semua ocehan bohongmu Cukup tak dapat kuterima Jangan lagi kau berkata Jangan lagi kau bicara Sudahi ucapan busukmu Dan bawa semua ambisimu Di mana janji-janji Yang pernah terucap Tak satupun Terbukti Kau tak sanggup tuk menjawab Di mana mimpi-mimpi Yang telah terbayang Terlintas di otakku Itu hanya angan-angan Kemarahan tak tertahan terkuak dari dalam diri Seribu kata yang terlontarkan hanyalah sebuah obsesi Kepalsuan ambisimu merobek kesabaranku Kebencian diri ini kobaran api ambisimu
Keheningan malam dengarlah sapaku Bawalah diriku ke alam damaimu Hembuskan nafasmu 'tuk sejukkan jiwaku Agar kurasakan damai bersamamu.. Keheningan malam bukakanlah mataku Dari semua mimpi dan juga khayalku Terbesit di kalbuku kedamaian itu Agar kurasakan damai bersamamu.. Mengapa terjadi.. semua tragedi Hilangnya nurani.. terbakar emosi Di manakah kini.. damai yang abadi Yang kini kucari.. hilang tak berarti Keheningan malam hadirkan damaimu Untuk melepaskan duka nestapaku Berikan jalanmu 'tuk gapai harapanku Agar kurasakan damaimu selalu.. Bersama damaimu...
Submitted by NecroGod — Apr 26, 2025
Saat pagi itu terjadi Banyak temanku yang telah mati Menjadi korban keganasan amarah alam ini Saat pagi itu terjadi Nyawa terenggut untuk pergi Hati jadi tertunduk sedih Sesalkan semua yang telah dialami Saat itu petaka pagi Merobek luka yang dalam Membawa kesedihan Sampai teteskan airmata Saat itu petaka pagi Semua terlelap dalam lelah Bagai terhalusinasi Maut menjemput tak bisa dihindari Petaka pagi memberi luka Menyentuh relung sukma Pupuskan hasrat kita semua Petaka pagi serpihan dosa Ingatkan padanya Takkan bisa hindari takdirnya Pagi itu petaka.. Pagi itu petaka.. Saat itu petaka.. Pagi itu petaka.. Saat itu petaka.. Pagi itu petaka.. Saat itu petaka.. Pagi itu petaka...!
Submitted by Infernal Flame — Apr 26, 2025
Lihatlah wajah-wajah mati Memelas pucat pasi tak lagi berseri Derai airmata membasahi pipi Karena duka lara menyelimuti diri Tatapan hampa tak memancar cahaya Seolah tertutupi kabut senja Harapan tersisa hanya sia-sia Seakan takkan pernah lagi rasakan bahagia Sia-sia dengan harapan tersisa Sia-sia dengan harapan tersisa Tak dirasa lagi damai di diri Yang tersisa hanya kebencian di hati Peristiwa keji membuat luka membeku Takkan pernah hilang sampai tubuh membiru Wajah kehidupan hanya dapat menerawang Jenuh dengan semua yang telah terjadi Jalani hidup yang semakin bimbang Satu keputusan untuk hidup atau mati! Sia-sia dengan harapan tersisa Sia-sia dengan harapan tersisa...
Submitted by Sexy Gargoyle — Apr 26, 2025